Selasa, 22 Juli 2008

atfokasi bagi kesejahtraan Rakyat kususnya dibidang Pendidikan

PENDIDIKAN ADALAH MODAL PENTING BAGI BANGSA YANG MAKMUR

Kini 63 tahun sudah Indonesia merdeka, tidak ada lagi penjajahan, tidak ada lagi penindasan dan dera serta pembodohan oleh kaum kolonial.
Tapi, apakah itu benar?mmengapa Masih banyak Kita temukan Orang Miskin? Masih banyak Gelandangan? Pengangguran, serta pengemis meraja lela. Anak-anak kecil harus bekerja demi membantu Orang tuanya untuk mencari sesuap Nasi. karena semua itu, bahagia masa kecilnya tidak lagi dirasakannya.

Inilah Potret Bangsaku tercinta diusianya yang ke 63 Tahun
padahal, ketika awal mula dibentuk Indonesiaku, tersurat Niat suci tersirat cita-cita luhur dari Para pendiri Bangsa, yang tertuang dalam Mukadima Undang-undang dasar 1945 yangmena menjadi tujuan bangsa Indonesia yaitu salah satunya berbunyi ”mencerdaskan kehidupan bangsa” lalu ditegaskan lagi pada pasal 31 tentang Pendidikan dalam batang tubuh Undang-undang dasar 1945.

Masih banyak Rakyat Indonesia yang belum 100 % menikmati pentingnya Pendidikan selain karena ketersedian Infrastruktur Sekolah yang tidak merata, juga karena setiap Tahun biaya Sekolah terus melonjak.
Sepertinya di Negriku Pendidikan di bisniskan. Sementara itu, Nasib Rakyat tidak menentu, sempitnya Lapangan Pekerjaan dan terus meningkatnya harga 9 bahan pokok membuat Rakyat bingung.

20 % Dana Pendidikan yang wajip disediakan Negara berdasarkan Petuah Undang-undang dasaar 1945 belum terealisasi sampai saat ini. kalau Dana oprasional untuk Partai Politik, pasti selalu tersediah, Dana Rapat,uang Jalan selalu ada. Tapi, untuk kepentingan Rakyat kecil tidak pernah diperhatikan. Peraturan-peraturan dibuat hanya sebagai alasan untuk pencairan Uang Negara ke Kantong Pribadi, lalu Peraturannya, tidak ada realisasi dan hasil nyata bagi rakyat.

Pada kenyataannya, untuk menjadi bangsa yang Maju, makmur, dan sejahterah harus dipupuk Para Pemudah-Pemudi untuk menjadi generasi penerus yang handal dan mampu bersaing ditingkat Global. Tetapi apa mau dikata Bangsa Indonesia bahkan semakin mundur. Dahulu Orang-orang dari Bangsa-bangsa lain datang berguru di Indonesia, sekarang berbalik keadaan Kita yang berguru kebangsa-bangsa yang pernah dulu berguruh di Indonesia. Sangat ironis memang,

Mingapa demikian? Haruskah Indonesiaku akan terus terpuruk dan ahirnya terjerembap dalam lembah kehancuran dan kesengsaraan?
Wahai Para Pemimpin Bangsaku laksanakanlah apa yang diamanatkan Undang-undang, jangan pernah berharap Indonesia akan menjadi Bangsa yang Sejahtera dan makmur jika tidak demikian.


Sadarlah!

Dear eksekutif and yudikatef my contri (Indonesia).

Tidak ada komentar: