PEKERJAAN SOSIAL ADALAH SEBUAH PROFESI.
Masih banyak Pihak yang mengangap bahwa Pekerjaan Sosial merupakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh setiap Orang. Asal ada benda atau Materi, serta kemauan untuk membantu orang maka dia disebut Pekerja Sosial.
Sebelum terlampau jauh kita membahas tentang Pekerjaan Sosial, terlebih dahulu kita melihat Pengertian Profesi Pekerjaan Sosial menurut Para Ahli dibidang Pekerjaan Sosial.
Menurut Walter A. Friedlander dan Robert Z. Apte didalam Bukunya yang berjudul :
A Concepts and Methods of Social work, mendefinisikan pekerjaan Sosial adalah :
”Social work is a professional service, based on scientific knowledge and skill in human relations, which help individuals, groups, or communities obtain social or personal satisfaction and independence” (Friedlander dan Apte, 1980:4).
Pekerjaan sosial merupakan suatu pelayanan profesional, yang prakteknya didasarkan kepada pengetahuan dan ketrampilan ilmiah tentang relasi manusia, sehingga dapat membantu individu, kelompok dan masyarakat mencapai kepuasan pribadi dan sosial serta kebebasan.
Sedangkan menurut Charles Zastrow, didalam Bukunya yang berjudul
”Introduction to Social Welfare, Institutions: Social Problems, Services, and Current Issues” mendefinisikan Pekerjaan Sosial sebagai berikut: ”Social Work is the professional activity of helping individuals, groups, or communities to enhance or restore their capacity for social functioning and to create societal conditions favorable to their goals” (Zastrow,
1982: 12).
Pekerjaan sosial merupakan kegiatan profesional untuk membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan atau memperbaiki kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan.
Jika Kita mengacuh kepada ke dua Pengertian diatas, dapat Kita simpulkan bahwa Pekerjaan Sosial merupakan suatu kegiatan Profesional untuk menolong Manusia, baik Indifidu, Kelompok, dan Masyarakat dimana Pelayanannya didasarkan kepada Pengetahuan dan Keterampilan ilmiah tentang relasi Manusia, agar Mereka
(Indifidu, Kelompok, dan Masyarakat) dapat meningkatkan/memperbaiki kemampuan berfungsi Sosialnya. dengan tujuan, Mereka dapat mencapai kepuasan Pribadi dan social serta kebebasan.
Pekerjaan Sosial adalah suatu Profesi yang Membantu Manusia mengatasi Permasalahannya baik Ia sebagai Indifidu, atau sebagai anggota suatu Kelompok
dengan teknik Relasi Manusia. Sesuai hakekatnya, Manusia adalah Mahluk Sosial dia akan selallu bergantung dengan Manusia lainya, Ia tidak bisa hidup tanpa bantuan Orang
Tidak semua Masalah yang dihadapinya dapat ditangani sendiri. pasti membutuhkan solusi dari Indifidu lainnya baik anggota Keluarga, Teman , ataupun siapa saja dari luar dirinya.
KONSEP DASAR PROFESI PEKERJAAN SOSIAL.
Dari pengertian diatas ada beberapa konsep yang mendasari Praktek Pekerjaan Sosial yang dapat dipakai sebagai pedoman bagi Pekerja Sosial dalam melaksanakan Tugas-tugasnya. Berapa Konsep tersebut adalah :
1. Pekerjaan Sosial adalah kegiatan Profesional.
Suatu kegiatan dapat dikatakan sebuah Profesi jika dia memiliki minimal dua unsur pokok.
Dalam Bukunya Dwy Heru Sukoco menjelaskan Unsur pokok Profesi Pekerjaan Sosial adalah :
A. Kegiatan tersebut harus berlandaskan kepada Ilmu pengetahuan, Keahlian/keteramppilan,dan nilai-nilai (Value). Artinya kegiatan yang dilakukan dilaksanakan Pekerja Sosial yang telah mendapatkan Pendidikan baik Teori serta Praktek di Sekolah Kusus/Perguruan tinggi yang memberikan Pendidikan Pekerjaan Sosial. Melalui Pendidikan kusus juga Pekerja Sosial diajarkan berbagai teknik-teknik untuk mengatasi Permasalahan yang dihadapi Klien sebagai Keahlian Pekerja Sosial. Demikian pula Nilai-nilai juga dipelajari dalam Pendidikan Pekerjaan Sosial agar Pekerja Sosial dalam menangani Masalah Klien memiliki batasan-batasan sehingga tidak terjadi penyimpangan Praktek. Dengan adanya ketiga Kerangka dasar ini maka Praktek Pekerjaan Sosial dapat dipertanggungjawapkan kebenarannya.
B. Kegiatan tersebut harus diarahkan kepada kepentingan umum (public interest). Artinya , Suatu kegiatan harus diarahkan untuk semua tanpa memihak kepada Golongan tertentu Pelayanan yang diberikan harus dapat menjangkau seluru lapisan Masyarakat atau bermanfaat bagi kepentingan umum. Tidak boleh membeda-bedakan Masyarakat tingkat atas, menengah atau bawah. Apabila suatu Profesi diperuntukkan hanya bagi Golongan tertentu, atau melakukan diskriminasi maka telah melanggar Hakekat Kelahiran dan tanggung jawap Sosialnya.
2. Praktek Pekerjaan Sosial merupakan kegiatan Pertolongan.
Seperti halnya Profesi lain, Profesi Pekerjaan Sosial juga merupakan Profesi Pertolongan (Helping action(. Akan tetapi Konsep Pertolongan Profesi Pekerjaan Sosial berbeda dengan Konsep Profesi lain, Konsep Pertolongan Pekerjaan Sosial adalah
”to help people to help themselves”
(menolong orang agar orang mampu menolong dirinya sendiri. Berlandaskan kepada konsep di atas, maka pertolongan pekerjaan sosial mempunyai duaciri pokok, yaitu:
A. Orientasi Pertolongan Profesi Pekerjaan Sosial dipusatkan terhadap kepentingan Klien/Orang yang ditolong.
B. Pekerja Sosial selalu bekerja sama dengan Klien (Working with Client).
3. Klien yang dibantu adalah Orang baik Indifidu atau Kolektifitas (Keluarga, Kelompok, Organisasi, dan Masyarakat).
Pekerja Sosial harus memiliki Teknik-teknik serta Metode-metode untuk membantu Klien yang mengalami Masalah dalam Interaksi Sosial dengan Lingkungannya, sehingga memperlemah fungsi Sosialnya dan menimbulkan Masalah.
4. Intervensi Pekerjaan Sosial dipusatkan kepada Peningkatan fungsi sosialnya.
Intrvensi yang dilakukan olejh Pekerja Sosial harus mengarah kepada Bidang kemauan, harapan-harapan,Kebutuhan Klien baik Fisik dan Sosial serta Potensi-Potensi yang ada dalam diri Klien. Untuk mengetahui Unsur-unsur diatas Pekerja Sosial harus melakukan Asesmen terhadap Klien.
5. Dasar pengetahuan ilmiah Pekerjaan Sosial dapat di Kelompokan kepada tiga jenis, yaitu: tested, hypothetical dan assumptive knowledge.
6. Pengetahuan-pengetahuan yang diperlukan untuk praktek pekerjaan sosial ditentukan oleh tujuan, fungsi dan permasalahan yang dihadapi.
7. Internalisasi nilai dan pengetahuan profesional merupakan kebutuhan vital bagi para pekerja sosial profesional.
8. Ketrampilan profesi pekerjaan sosial diekspresikan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pekerja sosial profesional.
(Skidmore dan Thackeray, 1982: 7).
KESIMPULAN
Ternyata menjadi Pekerja Sosial itu tidak mudah. Pekerja Sosial bukan hanya untuk menyalurkan/memberikan bantuan semata. Sangatlah tidak tepat jika masi ada Pihak-pihak yang mengatakan semua Orang dapat menjadi Pekerja Sosial karena Pekerjaan Sosial dapat dilakukan bila ada kemauan untuk memberi maka disebut Pekerjaan Sosial. Banyak hal yang lebih penting yang dapat dilakukan oleh pekerja Sosial bagi terciptanya kehidupan yang kondusif terutama dari Masalah Sosial. Se Orang Pekerja Sosial Profesional, dalam melaksanakan Intervensinya terhadap Klien, harus didasarkan kepada 3 Kerangka Pekerjaan Sosial, yaitu: Ilmu pengetahuan, Keahlian/keterampilan dan Nilai-nilai. Untuk meningkatkan Keberfungsian Sosial Klien.
Pekerja Sosial juga diharuskan untuk memahami tentang teknik Komonikasi dan berRelasi dalam Pekerjaan Sosial, memahami Langkah-langkah Intervensi sehingga Masalah Klien dapat diselesaikan dengan tepat. Oleh karenanya kehadiran Profesi Pekerjaan Sosial sangatlah dibutuhkan didalam Masyarakat. Apalagi dengan semakin kompleksnya kehidupan Kita, jelas semakin banyak timbul Masalah-masalah baik yang sifat nya Indifidu, ataupun Kolektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar