Sabtu, 21 April 2012
KEGIATANKU SETELAH TAMAT DARI STKS BANDUNG Tanpa terasa, masa studiku di Diploma IV. STKS bandung telah selesai. Begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang aku dapatkan dari sana baik melalui kegiatan belajar dikelas, kegiatan praktikum, studi exkursi dan penelitian, hingga berhasil menyelessaikan sebuah karia ilmiah ahir yang berjudul: (Penyesuaian diri Penyandang cacat netra di PSBN Wyata guna Bandung). Karia ilmiah ahir tersebutlah yang menghantarku meraih gelar sarjana sains terapan dalam bidang kesejahtraan sosial, kemudian selanjutnya adalah tahap mengaplikasikan semua ilmu yang diperoleh dari almamater tercinta dalam dunia kerja. Sedih, memang berpisah dengan almamaater tercinta dan juga dengan kota bandung yang teramat banyak memberikan kesan indah serta teman yang selalu setia, menjadi saksi baeribu pristiwa yang aku lalui hari demi hari kala itu, dimana tidak perna terlupakan dan akan selalu terpatri kkusus dalam memori. Waktu terus berputar dan hari terus berlalu, kini aku kembali ketempat kelahiranku di manggarai flores NTT, hari demi hari terus berlallu dan saat ini aku bergabung didalam sebuah LSM yang memiliki fisi memberdayakan dan memandirikan Penyandang cacat, LSM ini bernama: Kelompok Peduli Penyandang cacat-Kita juga atau sering disingkat dengan (KPPC-KJ). LSM KPPC-KJ berkedudukkan dilabuan bajo ibu kota kabupaten manggarai barat flores NTT, LSM KPPC-KJ sudah ada sejak tahun 2007 namun waktu itu hanya, baru sebuah kelompok penyandang cacat yang peduli terrhadap penyandang cacat lainnya. Semakin banyak ide-ide yang muncul dan program yang dijalankan, kemudian menimbulkan pemikiran untuk menjadikan kelompok KPPC-KJ menjadi sebuah LSM, setelah berjuang cukup lama ahirnya pada tahun 2009 kelompok KPPC-KJ kemudian menjadi sebuah LSM. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan LSM Kelompok Peduli Penyandang cacat-Kita juga saat ini adalah: Survei dan pendataan penyandang cacat di desa dampingan; Penyebaran informasi layanan operasi dari dokter Australia di RS. ST. Damian Cancar; Layanan terapi terhadap Penyandang cacaat didesa dampingan; Rujukkan dan pendampingan penyandang cacat kesistem sumber pelayanan sosial; sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu penyandang cacat,perlakuan yang wajar dan pemberian kesempatan yang sama kepada penyandang cacat, sehingga mereka dapat berfungsi sosial dilingkungan masyarakat; Atfokasi sosial bagi penyamaan hak, kewajiban dan kedudukkan penyandang cacat kepada masyarakat, pemerintah serta pelaku dunia usaha., Tiga bulan sudah saya bergabung di LSM ini dan sebentar lagi, sebuah program baru akan digulirkan. Program tersebut adalah: Program Kelompok Bantu diri, sasaran dari program ini ialah orang tua penyandang cacat serta penyandang cacat dewasa. Saya dipercayakan untuk menjadi penanggungjawab pada program ini, suatu kebanggaan namun juga sebuah tantangan. Program ini akan digulirkan dalam tahun kerja 2012-2013, pelaksanaannya difokuskan pada dua desa dampingan LSM Kelompok Peduli Penyandang cacat-Kita juga saat ini yaitu: desa Wae bangka dan desa Munting.
Langganan:
Komentar (Atom)